Resep Soto Daging Kuah Santan Ala Udin

By | September 10, 2018

Pulang kantor kemarin, didalam angkutan umum nomor 44, tiba-tiba rintik hujan turun menerpa kaca mobil. Saya yang duduk didepan, disamping Pak Supir, kontan berkomentar girang, “Wah hujan turun!” Pak Supir disebelah saya langsung menyambar, “Alhamdulillah, baru hari ini turun hujan.” Sepertinya penantian akan hujan bukan hanya milik saya, tapi jutaan penduduk di Indonesia lainnya yang belum menerima hujan turut mengharapkannya. Jakarta setahu saya termasuk area yang curah hujannya tinggi, tapi tahun ini hingga minggu kedua Oktober, baru tersirami dengan curahan air dari Ilahi. Musim kemarau kali ini memang luar biasa gahar dan panjang. Hampir semua mengeluh dengan cuaca panas dan suhu yang terasa gerah. 
Keluar dari angkutan, rintik hujan menerpa wajah. Berbeda dengan biasanya, saya akan kalang kabut berlari menyelamatkan diri, kini justru berjalan pelan menikmati tetesan hujan pertama ini. Hingga stasiun MRT hujan masih rintik-rintik, namun ketika telah berada didalam kereta, hujan turun dengan derasnya, suara gemuruhnya yang menerpa atap kereta terdengar cukup kencang. Ketika tiba di stasiun Blok M, mendadak terdengar pengumuman petugas, kereta tertunda karena mengalami gangguan sinyal. Seumur-umur naik MRT, saya belum pernah mengalami delay jadi kejadian ini saya anggap hal yang luar biasa. Mungkin hujan yang turun deras beperan di gangguan sinyal itu. Tidak sampai 10 menit, kereta sudah berjalan kembali.

Resep dan tampilannya mungkin mirip dengan soto Betawi, tapi menurut saya versi soto Betawi yang resepnya saya peroleh dari teman saya Pak Kustandi, resep bisa diklik pada link disini, terasa lebih light dan menggunakan kuah dari susu. Soto daging kuah santan ini idenya dari Ibu penjual soto dibelakang kantor, beliau menjual soto kuah bening dan santan dari daging sapi dan ayam. Sotonya segar, murah harganya dan porsinya lumayan banyak. Sayang si Ibu tobat galaknya, hingga kami semua menyebutnya dengan soto Bu Galak. Walau galak tapi pembeli tetap berjubelan dan jika terlambat sedikit datang maka tak ada kursi tersisa. Saya sendiri terpaksa membelinya kalau rasa ingin makan soto muncul dan ogah memasak sendiri. Tapi jika teringat sangarnya si Ibu, saya memilih membuatnya sendiri walu ribet. 😅
Saya menyantap soto daging ini dengan mi shirataki, kebetulan stok shitataki kering masih banyak dan ternyata mi ini sedap bersanding dalam kuah soto gurih dan bersantan. Berikut resep dan prosesnya ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *