Resep Bolu Sarang Semut Pak Aldo

By | April 5, 2019

Saya sepertinya harus berperang melawan tikus di pekarangan. Sekian lama dibiarkan, kini tampaknya tidak bisa seperti itu lagi. Kondisinya kian hari semakin mengkhawatirkan. Tikus-tikus bersarang dan membuat beberapa lubang dihalaman, kian hari saya perhatikan lubangnya semakin membesar, dan di malam hari suara cicitan tikus semakin menggebu-gebu. Dulu sebenarnya halaman depan rumah dipaving total. Tidak ada secuilpun tanah terbuka yang terlihat, tapi gara-gara ingin menambah jumlah lahan resapan air hujan, semua paving itu saya lepas. Akibatnya tikus membuat lubangnya yang pertama diujung pekarangan, dan beberapa bulan kemudian membuat lagi sebuah lubang kedua di tengah halaman. Minggu ini saya menemukan lubang ketiga! 

Aneka tanaman yang bisa dimakan akan habis disikat, mulai dari tanaman cabai hingga tanaman hias seperti anggrek pun diembat. Saya bahkan berhenti berkebun cabai dan tomat karena ngeri membayangkan semua semaian bibit habis dihajar. Beberapa waktu belakangan ini saya memperhatikan tikus mulai merambah ke teras, jika dulunya mereka hanya berputar disekitar halaman, kini mulai naik ke lantai. Beberapa barang yang bergulingan dan kotoran tikus yang saya temukan di pintu depan membuat saya yakin, teras rumah telah berubah menjadi area bermain. Puncaknya ketika sedang menyiram tanaman kala weekend kemarin jam sebelas siang, dua ekor tikus got gendut berlarian dihalaman rumah membuat saya menjerit-jerit sendiri. Mereka bahkan sekarang berani muncul disiang hari, kala saya sedang eksis dihalaman. Tobat!

Tikus dihalaman bukan jenis tikus curut yang kecil dan mencicit heboh. Tapi tikus got sebesar anak kucing yang berwarna hitam dan gahar. Bahkan kucing pun enggan berurusan dengan makhluk ini. Kucing kampung liar cukup banyak berkeliaran di depan rumah, dan tikus-tikus tidak ada yang takut dengan kehadirannya. Sudah lama saya berpikir hendak membeli racun tikus, tapi saya punya pengalaman mengerikan dengan racun ini. Waktu itu terpengaruh dengan iming-iming kalimat  ‘racun tikus ampuh, tanpa bau dan mati kering’ yang dipasang sebuah spanduk penjual aneka racun tikus dan pernak-pernik lain di mal, saya nekat meletakkan beberapa buah umpan di dalam rumah. 

Setelah seminggu berlalu saya mencium aroma bangkai tikus di seputar dapur dan tak menemukan wujudnya sama sekali. Saya hampir berteriak sekencang-kencangnya kala melihat seekor tikus besar nyangkut di jendela dapur yang menghadap ke teras belakang rumah. Bangkai tikus itu terjepit di jendela nako yang hanya terbuka seperempat saja. Saya harus menggunakan aneka peralatan termasuk sebuah tongkat bergagang panjang, sebuah tong sampah dengan kantung plastik super besar agar tikus bisa didorong dari jarak jauh dan jatuh tepat ke tong sampah. Sejak itu saya kapok menggunakan racun tikus. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *